Minggu, 21 Juli 2013
Senin, 24 Juni 2013
Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja.
Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja.
Apa makna dari pepatah kuno diatas?
Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah
menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi
remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap
benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat
kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari
cukup untuk menghancurkan hubungan kita.
Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah
mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan
keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.
Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa
“masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”.
Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah
lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang
menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu
baik untuk dirinya.
Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!
Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang
menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya
jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang
akan menghancurkan kita.
Sabtu, 22 Juni 2013
Wasiat Terakhir Imam Al-Ghazali
Posted on 22 Februari 2011 by virouz007
Imam Ghazali terbangun pada dini
hari dan sebagaimana biasanya melakukan shalat dan kemudian beliau
bertanya pada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?”
Adiknya pun menjawab, “Hari senin.”
Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, lalu
beliau menciumnya, Menggelarnya dan kemudian berbaring diatasnya s…ambil
berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”
… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra., barangkali pada malam sebelumnya.
“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku
Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu ,yang menjadi singgasanaku,
Dibentuk oleh debu ,yang menjadi singgasanaku,
Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku
Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sbg kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih
Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.
Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan,
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan,
Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.
Kepompong Romadhon
Semua amal anak Adam dapat dicampuri
kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu
semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya(Hr. Bukhari Muslim).
Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu?
Bagi kebanyakan orang, ulat bulu memang menjijikkan bahkan menakutkan.
Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama.
Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masuk ke dalam kepompong selama beberapa hari.
Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain: ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah.
Jika sudah berbentukdemikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami?
Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.
Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Ke maha besaran Allah.
Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla,
mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak
disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang
memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubaha nyang
sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk
aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang
disyariatkan kepada manusia yakni Al Qur’an dan Al Hadits.
Jika proses metamorfosa pada ulat ini
diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat
menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat
untuk terlahir kembali adalah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk
ke dalam ‘kepompong’ Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan
ketentuan-ketentuan “metamorfosa” dari Allah, niscaya akan mendapatkan
hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang
memiliki akhlak yang indah dan mempesona.
Inti dari ibadah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, “Dan
adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan
diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat
tinggalnya.” (QS. An Nazii’at [79] : 40- 41).
Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa?
Karena selama inipada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah.
Siapakah pelatih itu?
Dialah syetan laknatullah,yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita.
Akan tetapi memang itulah tugas syetan.
apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama
dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat.
“Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah
ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya
menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala,” demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] :6).
Akan tetapi kita bersyukur karena pada
bulan Ramadhan ini Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita
diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa
nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita
sia-siakan. Ibadah shaum kita harus ditingkatkan. Tidak hanya shaum atau
menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga
semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang
disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika
syetan dipelas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan
demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu
yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia
akhirat. Hal lain yang paling utama harus kita jaga juga dalam bulan
yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak. Barang
siapa membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan
menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki
tergelincir, demikianlah sabda RasulullahSAW.
Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah.
Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara
memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah
hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan
bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga
shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan
dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.
Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.
Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan
senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah ‘kepompong’ Ramadhan
ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru
lahir.
Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona, amiin.***
Kemuliaan Wanita
Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki. .
Itu sebabnya banyak yang berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”. and look,,,, .
1. Benda yang mahal harganya akan
dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik.
Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiarkan terserak bukan? Itulah
perbandingannya dengan seorang wanita.
2. Wanita perlu taat kepada
suami. Bahwa sesungguhnya lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih
utama daripada kepada bapaknya.
3. Wanita menerima warisan lebih
sedikit daripada lelaki, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya
Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila lelaki
menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri
Dan anak-anak.
4. Di akhirat kelak, seorang
lelaki akan mempertanggungjawab kan terhadap 4 wanita, yaitu :
isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya,
bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang
lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya.
5. Wanita perlu bersusah payah
mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia didoakan
oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi
ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga
menantinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki
pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup
dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan,
taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad
fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta
menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima
pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa
perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH!
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita.
Ingat firmanNya, bahwa mereka tidak akan
berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/tunduk kepada
cara-cara/peraturan yang diproduct.
Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta,
yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia,
sehingga segala hukumNya/peraturanN ya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia
dibandingkan dengan segala peraturan yang dibuat manusia. Jagalah
isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana
Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik
selalu (gently) terhadap isterimu.
Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita
memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan
mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah
jaminannya. Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan
agamamu, niscaya surga menanti.
Langganan:
Postingan (Atom)



































