Minggu, 04 Oktober 2015

Nasehat-Nasehat Syetan

((KATA-KATA HIKMAH DARI SOSOK ABI MURRAH))
KARYA : 'ISHAM ABDUL FATTAH

KATA IBLIS:
SUNGGUH MENGHERANKAN MANUSIA ITU,
KATANYA MEREKA CINTA KEPADA ALLAH TETAPI MEREKA MEMBANGKANG PERINTAHNYA
KATANYA MEREKA BENCI KEPADAKU TETAPI MEREKA JUGA MENTAATIKU.

Muqaddimah

Rasulullah saw bersabda: "Hikmah adalah senjatanya orang mukmin". Kata-kata hikmah dapat disampaikan oleh siapa saja dan semua orang berhak mengatakannya.
Dari mana saja sumber datangnya hikmah yang penting hikmah itu mengandung kebenaran pada kata dan isi kalimatnya.
Orang-orang kuno mengatakan "Kebenaran yang disampaikan oleh orang yang buruk perangainya tetap saja yang dikatakan itu mengandung kebatilan", akan tetapi yang sebenarnya adalah ucapan yang benar itu tetap benar dan kebenaran itu harus diikuti.
Mereka juga mengatakan "Ambillah kata-kata hikmah dari mulutnya orang-orang gila" artinya orang yang hilang akal kadang-kadang mengatakan sesuatu yang mengandung hikmah.
Maka apakah kata-kata Syetan mengandung hikmah? Dan apakah ucapannya mengandung nasehat?
Apakah kita bisa mengambil hikmah dari "mulutnya Syetan"?.
Sebagian orang mengatakan, kalau kita mengambil hikmah dari syetan maka kita melakukan perbuatan terlarang bahkan ditolak oleh akal sehat manusia. Tetapi sebenarnya kita perlu mengkaji beberapa buku sejarah nabi dan buku sejarah lainnya yang menceritakan pembahasan tentang "Iblis" dan pengikutnya. Banyak ucapan-ucapan mereka yang mengandung hikmah tetapi untuk diwaspadai bukan untuk diikuti. Seperti kisah sahabat Abu Hurairah bersama salah satu Syetan yang direkam dalam sebuah hadits sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw memberikan amanat kepadaku untuk menjaga harta zakat Ramadhan (di Baitul Mal-pen), maka tiba-tiba ada seseorang menyelinap ke Baitul Mal dan mengambil makanan, maka saya tangkap dan saya ancam: “Demi Allah akan saya adukan kamu kepada Rasulullah saw!. Orang itu berkata: saya sangat membutuhkan bahan makanan ini dan keluargaku sangat banyak. Kemudian saya (Abu Hurairah) melepaskannya.
Ketika pagi, Rasulullah saw bertanya: Wahai Abu Hurairah, apa yang telah dikatakan oleh tawananmu tadi malam? Saya jawab: ya Rasulullah saw, tawanan itu menyebutkan bahwa ia sangat membutuhkan makanan dan mempunyai banyak keluarga, maka saya merasa kasihan dan melepaskannya, Rasulullah saw mengatakan: ia membohongimu dan ia akan kembali lagi, saya tahu bahwasanya ia akan kembali karena Rasulullah saw mengatakan demikian Di malam berikutnya saya mengintainya, maka orang tersebut datang lagi mengambil makanan, kemudian saya menangkapnya dan saya ancam lagi : “Akan saya laporkan kamu kepada Rasulullah saw!, orang tersebut itu menjawab: biarkan saya berlalu, saya sangat membutuhkan makanan karena keluargaku sangat banyak, dan saya tidak akan kembali lagi ke sini.
Saya merasa kasihan dan melepaskannya, ketika hari sudah pagi, Rasulullah saw kembali bertanya kepadaku: wahai Abu Hurairah apa yang telah dikatakan oleh tawananmu tadi malam?, saya jawab: wahai Rasulullah saw ia bilang sangat membutuhkan sekali makanan karena keluarganya sangat banyak, saya merasa kasihan dan melepaskannya lagi. Rasulullah saw mengatakan “ia membohongimu dan suatu saat akan kembali lagi”, pada malam ketiga, saya mengintainya lagi untuk ketiga kalinya, tiba-tiba orang asing tersebut datang lagi mengambil makanan, saya menangkapnya lagi, kembali saya ancam “akan saya laporkan kamu kepada Rasulullah saw, ini yang terakhir kalinya, tiga kali kamu bilang tidak akan kembali lagi kesini tetapi kamu kembali lagi.
Orang asing itu itu berkata: “biarkan saya pergi, akan saya ajarkan kepadamu suatu kalimat, yang dapat memberikan kemanfaatan kepadamu.
Saya tanya: apa itu?
Ia menjawab: jika kamu mau tidur, maka bacalah ayat kursi اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ sampai akhir ayat, maka sesungguhnya Allah akan selalu menjagamu dan tidak ada syetanpun yang akan mendekatimu sampai pagi, maka saya melepaskannya lagi, ketika sudah pagi Rasulullah saw kembali bertanya “apa yang telah dikatakan oleh tawananmu tadi malam?”.
Saya jawab: Ya Rasulullah saw ia mengajariku suatu kalimat semoga Allah memberikan kemanfaatan kepadaku dengan kalimat tersebut, maka saya melepaskan lagi.
Rasulullah saw bertanya: kalimat apa itu?
Saya jawab: Ia mengatakan: jika kamu mau tidur, maka bacalah ayat kursi dari awal sampai akhir ayat, ia mengatakan: Allah swt akan selalu menjagamu dengan bacaan ayat kursi tadi dan tidak ada syetanpun yang akan mendekatimu sampai subuh, Rasulullah saw mengatakan: apa yang dikatakan itu benar walalupun ia terkenal sebagai pendusta, wahai Abu Hurairah apakah kamu tahu siapa yang bercakap-cakap denganmu dalam tiga malam kemarin itu? Saya jawab: tidak tahu. Rasulullah saw mengatakan: itu adalah Syetan.
* * *
Pernyataan dari salah satu pengikut iblis ini mengandung hikmah yaitu bahwa ayat kursi mengandung kekuatan untuk menjauhkan manusia dari tipu daya syetan. Rasulullah saw mengatakan bahwa Syetan itu "Pendusta dan ucapannya kadang-kadang benar", untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang kita lontarkan yaitu adanya kemungkinan bahwa ucapan Syetan itu kadang-kadang mengandung kebenaran. Maka benarlah kalau kalimat, perbuatan dan ucapan Rasulullah saw adalah "wahyu yang diwahyukan oleh Allah" ia berkata bukan berdasarkan hawa nafsunya, beliau mensifati Syetan dengan sifat yang pas dan tepat. Kita perlu memahami bahwa ucapan Iblis beserta para pengikutnya kadang-kadang mengandung kebenaran, khususnya ucapan yang dapat kita ambil manfaatnya di kala kita menginginkan dan merealisasikannya.
* * *
Sebagaimana kami katakan bahwa dalam buku-buku sejarah nabi terdapat beberapa kejadian kisah antara Iblis, Nabi-nabi Allah, para Waliyullah, para sahabat nabi dan para pengikut nabi.
Sebagian besar Nabi dan Rasul pernah bermasalah dengan Iblis mulai dari nabi Adam as bapak semua manusia sampai nabi Muhammad saw. Terdapat catatan kisah antara para nabi dan Iblis, diantara mereka sering terjadi perdebatan. Allah menyempurnakan para nabi-Nya dengan wahyu sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal yang akan disebutkan dalam kitab ini.
Mari kita kaji ucapan-ucapan dan nasehat-nasehat dari "Abi Murrah" dan para pengikutnya.
Isham Abdul Fattah

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar